Ashmore Asset Management Indonesia (IDX: AMOR) Alokasikan Rp15,48 Miliar untuk Buyback Saham

Ashmore Asset Management Indonesia (IDX AMOR) Alokasikan Rp15,48 Miliar untuk Buyback Saham investasimu.com

Foto: Ashmore Asset Management Indonesia

Investasimu.com. Emiten manajer investasi, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (IDX: AMOR) mengumumkan rencana Perseroan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham. Jangka waktu buyback saham ditetapkan selama 3 (tiga) bulan mulai dari tanggal 25 Oktober 2021 sampai dengan 25 Januari 2022. 

Untuk tujuan tersebut, Perseroan mengalokasikan dana hingga Rp15,48 miliar termasuk biaya-biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali sahamJumlah saham Perseroan yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 0.4% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor dalam Perseroan atau sebanyak-banyaknya 4,100,000 lembar saham.

Pembelian kembali saham akan dilaksanakan melalui Bursa dengan transaksi beli tersebut dilakukan melalui satu anggota Bursa. harga pembelian kembali saham akan dibatasi sesuai regulasi yang berlaku yang mengatur bahwa harga penawaran untuk membeli kembali saham harus lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya.

Perseroan menyatakan bahwa pembelian kembali saham dilakukan dengan pertimbangan untuk melaksanakan program kepemilikan saham oleh manajemen dan karyawan yang akan dijalankan oleh Perseroan, dengan tujuan untuk memberikan insentif dan penghargaan kepada para karyawan yang memiliki peranan penting dan berkinerja baik, serta untuk meningkatkan motivasi karyawan Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan akan mengalihkan saham-saham hasil pelaksanaan pembelian kembali tersebut kepada manajemen dan karyawan Perseroan melalui pelaksanaan program kepemilikan saham untuk manajemen dan karyawan.

Perseroan juga meyakini bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham dengan biaya pembiayaan yang ditimbulkan tidak akan berdampak negatif terhadap penurunan pendapatan Perseroan dan tidak akan mempengaruhi secara negatif terhadap pembiayaan kegiatan operasional Perseroan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama