Sekilas IPO PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)

IPO Hoffmen Cleanindo (KING)

Foto: Hoffmen Cleanindo (KING) 

Update: Berdasarkan laman e-IPO pada Selasa (7/6), tercantum informasi bahwa IPO Hoffmen Cleanindo (KING) dibatalkan (canceled)

Investasimu.com. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (IDX: KING) adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang Facility Service Management yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan klien (customer) dalam hal facility services yang terintegrasi dengan baik, yaitu jasa cleaning service, security, washroom hygiene, dan parkir melalui Perusahaan Anak yaitu PT Hoffmen Parkindo.

Data IPO KING

Data jumlah saham yang ditawarkan, harga IPO, dan total perkiraan dana IPO disajikan dalam tabel berikut.

Informasi Keterangan
Jumlah Saham IPO Sebanyak-banyaknya 330.000.000 lembar saham biasa atas nama atau sebesar-besarnya 24,91% dari modal yang telah di tempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Nilai Nominal Rp20 per saham.
Harga IPO Rp165 sampai dengan Rp170.
Total Hasil IPO Sebesar-besarnya Rp56.100.000.000.

Perseroan secara bersamaan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 132.000.000 Waran Seri I. Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang Saham Baru Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan dengan perbandingan 5 (lima) Saham Baru mendapatkan 2 (dua) Waran Seri I (Rasio 5:2). 

Adapun Penjamin Emisi Efek atas IPO KING ini yaitu NH Korindo Sekuritas Indonesia (XA).

Jadwal IPO KING

Jadwal IPO KING dan IPO perusahaan lainnya dapat Anda akses melalui Kalender IPO.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham KING

Susunan pengurus KING yang meliputi Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Eddy Japarto

Komisaris Independen : Selamat Sodugaon Carl F

Direksi

Direktur Utama : Rudy Japarto

Direktur : Albert Sutanto

Sementara itu, susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah IPO ditunjukkan pada gambar berikut.

Pemegang Saham Hoffmen Cleanindo (KING)
*JSM = PT Japarto Sukses Mandiri.

Rencana Penggunaan Dana IPO

Seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham akan dipergunakan seluruhnya untuk:

  1. Sekitar 32,18% digunakan untuk pelunasan utang bank Perseroan yakni kepada BCA dan CIMB Niaga;
  2. Sekitar 6,39% untuk meningkatkan penyertaan saham di Perusahaan Anak yaitu PT Hoffmen Parkindo (HP), yang selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja HP yaitu untuk pembelian peralatan penunjang seperti water barrier, barrier gate, terminals gate (ticket dispenser), pos ticketing, speed bumb, IP Camera, Computer Set, Air Conditioner dan pembayaran gaji karyawan;
  3. Sekitar  61,43% seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja di Perseroan seperti untuk pembayaran gaji karyawan, pembelian peralatan penunjang Perseroan seperti Peralatan penunjang yang terdiri dari Scrubber Machine, Blower Machine, Polisher Machine, Vacuum Machine, Scaffolding, Fogging machine, Mesin Pemotong Rumput, Computer Set dan untuk investasi robot pembersih. 

Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka seluruhnya akan digunakan untuk Modal Kerja Perseroan yaitu untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan.

Laporan Keuangan KING 2021

Perseroan membukukan peningkatan pendapatan di periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada 30 September 2021. Pendapatan Perseroan tumbuh dari Rp110,3 miliar menjadi Rp125,5 miliar YoY. Secara keseluruhan, Perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,7 miliar, turun jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat laba sebesar Rp4,3 miliar. Nilai Earning per Share (EPS) Perseroan hingga 30 September 2021 tercatat sebesar Rp2,49.

Per 30 September 2021, Perseroan tercatat memiliki total aset sebesar Rp58,3 miliar, tumbuh jika dibandingkan total aset per 31 Desember 2020 yang sebesar Rp41,4 miliar. Total liabilitas Perseroan turun menjadi sebesar Rp48,6 miliar. Dus, ekuitas Perseroan menjadi sebesar Rp9,6 miliar, meningkat jika dibandingkan nilai per 31 Desember 2020 yang tercatat mengalami defisiensi sebesar Rp10,6 miliar.

Dari sisi arus kas, Perseroan mencatat arus kas negatif dari aktivitas operasi sebesar Rp456,9 juta, arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar Rp2,8 miliar, dan arus kas positif dari aktivitas pendanaan sebesar Rp4,5 miliar. Dengan demikian, saldo kas dan setara kas Perseroan per 30 September 2021 tercatat meningkat menjadi sebesar Rp2,2 miliar.

Kebijakan Dividen KING

Setelah IPO, mulai tahun buku 2021 dan seterusnya, manajemen Perseroan bermaksud membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 30% atas laba bersih tahun berjalan Perseroan. Besarnya pembagian dividen akan bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas Perseroan serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi Perseroan di masa yang akan datang dan dengan memperhatikan pembatasan peraturan dan kewajiban lainnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama