Medikaloka Hermina (IDX: HEAL) Targetkan Pendapatan Rp5,5 Triliun di 2022

Medikaloka Hermina (IDX HEAL) Targetkan Pendapatan Rp5,5 Triliun di 2022 investasimu.com

Foto: Medikaloka Hermina 

Investasimu.com. PT Medikaloka Hermina Tbk (IDX: HEAL) menargetkan raihan pendapatan di tahun 2022 mencapai Rp5,5 triliun. Fokus bisnis Perseroan di tahun 2020 juga akan kembali kepada business as usual, yakni pendapatan akan berasal dari pasien non-Covid-19, meskipun masih terdapat kemungkinan terjadi fluktuasi jumlah pasien Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Perseroan dalam sesi tanya jawab pada paparan publik (public expose) yang diselenggarakan pada Selasa (7/12) lalu.

Perseroan juga akan menganggarkan belanja modal (capex) antara Rp900 miliar hingga Rp1 triliun di tahun 2022. Nilai capex ini tidak berbeda dengan nilai capex yang dialokasikan di tahun 2021, namun mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan rata-rata capex yang dikeluarkan di tahun 2018 s.d. 2020 yang sebesar Rp700 miliar. Peningkatan capex ini dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas dan kemampuan Perseroan untuk melakukan prosedur-prosedur medis yang lebih kompleks antara lain melalui pelatihan (training) para dokter dan perolehan peralatan (equipment) medis untuk dapat melakukan prosedur-prosedur tersebut.

Dari segi ekspansi bisnis, target penambahan rumah sakit Perseroan adalah sebanyak 3 (tiga) rumah sakit. Pada saat yang bersamaan, Perseroan juga akan berfokus untuk mengembangkan Center of Excellence seiring dengan usaha Perseroan untuk meningkatkan kemampuan untuk melayani kasus medis dengan tingkat intensitas yang lebih tinggi.

Sementara itu, Perseroan berhasil membukukan kinerja yang impresif hingga kuartal III 2021. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Perseroan, Pendapatan neto Perseroan tumbuh dari Rp2,8 triliun menjadi Rp4,6 triliun YoY. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk juga meningkat pesat YoY dari Rp261,9 miliar menjadi Rp773,1 miliar. 

Perseroan mengungkapkan di tahun 2021, pendapatan Covid-19 adalah sekitar 1/3 dari total pendapatan Perseroan. Dengan mengasumsikan tidak terjadi gelombang Covid-19 berikutnya, terdapat Rp1,9 triliun dari pendapatan yang berhubungan dengan pelayanan Covid-19 yang tidak akan menjadi pendapatan berulang (recurring revenue). Meski demikian, Perseroan meyakini bahwa terdapat banyak pent-up demand (pelayanan yang tertunda) selama masa pandemi Covid-19 yang akan memberikan extra demand ketika kondisi pandemi sudah menurun.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama