Profil PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (IDX: KIAS)

Profil PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (IDX KIAS) investasimu.com


Foto: Keramika Indonesia Assosiasi 

Investasimu.com. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (IDX: KIAS) didirikan berdasarkan akta Notaris Juliaan Nimrod Siregar, S.H., Notaris di Jakarta tanggal 28 November 1968. Perseroan memiliki 2 (dua) anak perusahaan, yaitu PT KIA Serpih Mas (KSM) yang merupakan produsen Keramik Lantai, dan PT KIA Keramik Mas (KKM) yang merupakan produsen Genteng Keramik. Namun, sejak Desember 2019, Perseroan telah memutuskan untuk membubarkan KSM, yang kemudian ditindaklanjuti dengan likuidasi KSM. Dengan demikian, produksi keramik lantai yang sebelumnya dilakukan oleh KSM, dipindahkan ke Perseroan. Dengan demikian, sejak saat itu Perseroan memproduksi keramik lantai dan keramik dinding beserta aksesorisnya hanya di lokasi pabrik di Karawang. Sementara itu, produksi genteng keramik oleh KKM tetap berjalan normal dengan lokasi pabrik di Cileungsi dan Gresik.

Perseroan merupakan salah satu produsen utama dari keramik dinding berkualitas termasuk aksesorisnya di Indonesia. Merek keramik Perseroan seperti KIA, IMPRESSO, dan SPECTRA telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari pasar atas kualitas produknya, baik secara domestik maupun internasional. Saat ini, SCG Building Materials Co., Ltd. yang merupakan perusahaan terkemuka dalam industri bahan bangunan di Thailand merupakan pemegang saham pengendali Perseroan.              

Identitas Umum Perusahaan

NamaPT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk
KodeKIAS
Alamat KantorGraha Mobisel, Lantai 3 Jl. Buncit Raya No.139 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan 12740, Indonesia
Alamat Emailcorsec@kiaceramics.com
Situswww.kiaceramics.com
Telepon(021) 3506227
Faks(021) 3862374
NPWP01.001.688.9-054.000
Tanggal IPO8 Des 1994
Bidang Usaha UtamaBahan Bangunan Keramik
SektorPerindustrian
Sub SektorBarang Perindustrian
IndustriProduk & Perlengkapan Bangunan
Sub IndustriProduk & Perlengkapan Bangunan


Data Fundamental Perusahaan



Ikhtisar Pergerakan Harga Saham

Konsensus





Post a Comment

Lebih baru Lebih lama